PETANI DESA KALIBARENG SELANGKAH LEBIH MAJU BERBUDIDAYA SELAMA SETAHUN TIDAK MENGENAL MUSIM
KALIBARENG - Di tengah musim kemarau yang panjang tahun 2026 ini, para petani di Desa Kalibareng justru panen jagung dengan hasil memuaskan. Kunci suksesnya ada pada penggunaan teknologi irigasi hemat air dan pemilihan varietas jagung tahan kering.
Ketua Kelompok Tani "Marsudi Tani" Desa Kalibareng, Pak Slamet Susilo mengatakan, Musim ini Anggotanya menanam jagung hibrida NK Perkasa di lahan seluas 60 hektar. "Biasanya kemarau begini kita berhenti tanam. Tapi sekarang Memakai paralon dan kincir air. Air dari Sungai Perto yang membelah lahan Pertanian diwilayah desa kalibareng Menjadi Sumber kebutuhan pengairan lahan jadi hemat 50%," ujarnya saat ditemui di lahan, Selasa 29 Juli 2026.
Hasil panen jagung di Kalibareng mencapai 5-6 ton per hektar. Lebih tinggi 20% dibanding musim Hujan. Harga jual jagung pipil kering juga bagus, di kisaran Rp 6000 /kg."Kami bersyukur. Biasanya kemarau gagal panen, sekarang malah untung. Modal irigasi memang awalnya berat, tapi balik dalam 1 musim," kata Suhadi , salah satu petani.
Pemerintah desa Kalibareng bersama Kelompok Tani Marsudi tani dan Kelompok Tani Marsudi Boga Desa kalibareng bekerja sama untuk mendorong kepada masyarakat untuk bisa memanfaatkan potensi yang ada walau dengan swadaya masyarakat, dikarenakan Keuangan Desa baik dari DD ( dana Desa ) yang masuk ke desa sekarang sudah sangat minim sehingga tidak mampu untuk mengalokasikan ke petani. dengan Inovasi ini agar seluruh lahan di Kalibareng bisa ditanami sepanjang tahun.
Dokar Desa kalibareng
fOTO Suhadi
Warta Slamet Susilo
Share :