Berita

TIKUS MENYERANG PETANI MERADANG

  PETANI DESA KALIBARENG GAGAL PANEN, SERANGAN TIKUS SEBABKAN NKERUGIAN JUTAAN RUPIAH 

Dokar Kalibareng — Sejumlah petani di Desa Kalibareng harus menelan kerugian setelah tanaman padi mereka mengalami gagal panen akibat serangan hama tikus. Serangan tersebut merusak tanaman sejak masa pertumbuhan hingga menjelang panen, sehingga hasil yang diperoleh petani jauh menurun.

Para petani mengaku serangan tikus terjadi cukup luas di sejumlah area persawahan. Tanaman padi yang sebelumnya tumbuh dengan baik rusak dan sebagian tidak dapat dipanen.

Salah seorang petani mengatakan, serangan tikus membuat hasil panennya turun drastis. Biaya yang telah dikeluarkan untuk membeli bibit, pupuk, obat-obatan, serta biaya pengolahan lahan akhirnya tidak sebanding dengan hasil yang didapat.

“Tanaman banyak yang rusak dimakan tikus. Hasil panen turun jauh, bahkan ada bagian sawah yang tidak bisa dipanen sama sekali,” ujar seorang petani.

Kerugian yang dialami petani diperkirakan mencapai jutaan rupiah. Kondisi tersebut semakin memberatkan karena petani harus kembali menyiapkan modal untuk musim tanam berikutnya.

Serangan hama tikus menjadi persoalan yang dikhawatirkan petani karena dapat berulang pada musim tanam berikutnya. Selain menurunkan produksi, serangan tersebut juga membuat petani harus mengeluarkan biaya tambahan untuk melakukan pengendalian hama.

Petani berharap adanya perhatian dan pendampingan dari pemerintah desa maupun instansi terkait untuk membantu mengatasi serangan hama tikus. Mereka berharap upaya pengendalian dapat dilakukan secara bersama-sama agar populasi tikus dapat ditekan dan kerugian petani tidak semakin besar.

Kondisi ini menjadi pengingat bahwa perlindungan tanaman dan pengendalian hama perlu dilakukan secara berkelanjutan. Petani berharap musim tanam berikutnya dapat berlangsung lebih baik sehingga hasil pertanian kembali meningkat dan kerugian akibat serangan hama dapat diminimalkan.

Petani berharap pemerintah segera turun tangan mengatasi serangan tikus agar kerugian tidak kembali terulang. Bagi mereka, gagal panen bukan sekadar kehilangan hasil, tetapi juga hilangnya modal dan penghasilan untuk musim tanam berikutnya.

Website desa Kalibareng 

Fofo                : Sunarman

Warta              : Slamet Susilo

Share :